Menelusuri goa air kramat di Gunung Tangkuban Parahu

Menelusuri goa air kramat di Gunung Tangkuban Parahu

Saat itu hari minggu tanggal 28 agustus 2016, saya bersama teman saya dari bekasi mau jalan-jalan ke gunung tangkuban parahu di daerah subang Jawa Barat. Kami boncengan menggunakan sepeda motor matic.

Kami memulai perjalanan dari subang utara, kemudian mengambil jalan kea rah tangkuban parahu, kami  melewati daerah ciater jalan terus sampai bertemu perbatasan Subang dengan Bandung. Dari perbatasan tersebut gunung tangkuban perahu sudah tidak jauh lagi. Ketika ada pertigaan jalan, kami memilih jalur kanan yaitu ke tempat wisata tangkuban parahu.

Ketika memasuki kawasan gunung tangkuban parahu, kami melewati gerbang masuk, disitu kami harus membayar tiket masuk. Biaya tiket masuk perorang Rp 30,000 sedangkan motor Rp 12,000. Karena kami berdua dan menggunakan satu motor (berboncengan) jadi biaya masuk kami Rp 72,000.

Saat itu gunung tangkuban parahu ramai pengunjungnya. Pengunjung yang datang tidak hanya dari dalam negeri saja, dari luar negeri pun juga ada. Mau foto di depan tugu gunung tangkuban parahu aja harus ngantri nunggu giliran.

Di kawasan gunung tangkuban parahu banyak tempat-tempat  wisatanya. Saat itu saya dan teman saya memilih mengunjungi  goa air kramat. Goa ini terletak di atas gunung tangkuban parahu dan berada di  paling ujung dari gunung tangkuban parahu. Jarak dari parkiran sepeda motor sampai ke goa ini kira-kira 1 Km. Yah lumayan capek apa lagi rutenya tanjakan.

goa air kramat

Ketika sampai di bibir goa air kramat, kami penasaran ingin masuk ke goa tersebut. Goanya gelap karena tidak ada sinar matahari yang masuk. Saat itu saya bersama teman saya masuk menggunakan senter hp untuk memasuki goa tersebut. Kira-kira jalan 15 meter, kami menemukan suatu ruangan yang ditutup dengan kain putih, lumayan serem juga ketika sampai di ruangan tersebut. Mungkin itu yang di bilang air kramat. Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga ke pintu keluar.

pintu keluar goa air kramat

Setelah itu kami turun, rencananya mau melihat tempat wisata lainnya yang berada di kawasan tangkuban parahu, eh malah hujan turun deras sekali. Akhirnya kami meneduh di warung sambil makan gorengan panas. Saat itu hujannya cukup lama, ketika hujan reda kami memutuskan untuk pulang, mungkin di kesempatan yang akan datang kami kembali lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *