Mau Naik Gunung Semeru? Jangan Lakukan 4 hal ini Saat Mendaki Gunung Semeru

Siapa yang tidak kenal dengan gunung Semeru atau yang lebih dikenal dengan sebutan puncak Mahameru ? yaitu  salah satu gunung tertinggi di Indonesia yang terletak di pulau Jawa. Gunung ini selalu menjadi daya tarik tersendiri oleh kalangan pendaki karena keindahan pemandangan yang di milikinnya.

Banyak sekali pendaki yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri ingin menginjakkan kakinya di puncak gunung Semeru, bahkan gunung semeru ini selalu ramai dipenuhi oleh para pendaki saat liburan sekolah dan hari kemerdekaan Republik Indonesia yaitu tanggal 17 agustus setiap tahunnya.

Namun sayangnya, mereka melakukan pendakian gunung semeru kebanyakan tidak memperhatikan keselamatan saat mendaki malah mendaki gunung semeru hanya berbekal nekat saja, sehingga tidak heran jika terdengar banyak pendaki gunung semeru yang hilang, tersesat bahkan sampai ada yang meninggal.

Tentun saja kita tidak ingin hal-hal seperti itu terjadi pada pendaki gunung semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. Untuk itu, saat mendaki gunung semeru maka jangan pernah melakukan hal-hal berikut ini yang dapat membahayakan diri kita saat mendaki gunung semeru.

1. Jangan membawa Senter, Tapi Bawalah Headlamp

Saat melakukan pendakian ke Puncak Semeru sebaiknya para pendaki menggunakan penerangan dari headlamp yang dipasang di kepala. Penerangan menggunakan headlamp ini jauh lebih aman dan efektif untuk pendakian dari pada menggunakan senter. Namun sayangnya para pendaki justru banyak yang memilih membawa senter dibandingkan headlamp.

Saat sampai ke Puncak Jonggring Sakola keadaan yang sangat gelap akan dilalui oleh pendaki. Umumnya pendaki menagetkan akan sampai di trek ini saat malam hari menjelang subuh. Jadi suasana yang gelap gulita tidak ada penerangan sama sekali, mengenakan headlamp merupakan solusi terbaik.

2. Jangan Langsung Mendaki Ketika Sampai di Ranu Pane

Ranu Pane merupakan titik pertama pembuka pintu pendakian di Gunung Semeru. Saat pendaki sampai di pos Ranu Pane, pendaki diwajibkan registrasi di pos ini. Ketika sudah registrasi sebaiknya pendaki jangan langsung melanjutkan pendakian tapi istirahat dahulu untuk mengurangi rasa lelah.

Ada baiknya anda menyantap makanan yang di jual di sekitar Ranu Pane seperti makan nasi rames, bakso dan aneka jajanan lainnya. Karena selama 5 hari kedepan saat anda mendaki gunung semeru, anda hanya makan bekal yang anda bawa saja seperti mie instan dan itupun terbatas.

3. Jangan Sungkan Melakukan Camp di Ranu Kumbolo dan di Kalimati

Pendakian Gunung Semeru tidaklah semudah yang dibayangkan. Trek demi trek akan anda lalui hingga sampai di Puncak tertinggi Semeru atau puncak Mahameru. Terutama saat anda berada di Puncak Arcopodo, trek yang anda lalui akan semakin berat, jalanan bebatuan dan berpasir yang akan membuat kamu kehabisan banyak tenaga.

Untuk pengumpulan tenaga kembali dalam persiapan menuju Puncak Mahameru, maka anda jangan sungkan untuk melakukan camp atau istirahat di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Lebih baik lagi jika anda mendirikan tenda untuk istirahat satu malam di Ranu Kumbolo kemudian keesokan harinya baru melanjutkan perjalanan lagi menuju Arcopodo.

4. Jangan Berlama-lama di Puncak Mahameru, Waspadai Adanya Asap Beracun dari Jonggring Saloka

Saat sudah sampai di puncak Mahmeru, maka jangan terlalu keasyikan berfoto atau kegiatan lainnya. Waspadai terhadap asap beracun yang akan keluar dari Jonggring Saloka. Umumnya Asap beracun ini akan keluar diantara pukul 09.00 – 10.00 pagi. Namun anda harus waspadai juga terhadap asap beracun yang keluar tiba-tiba.

Jika dirasa sudah cukup untuk menikmati pemandangan alam dari puncak Semeru, sebaiknya anda segera kembali ke tenda yang anda pasang tadi di Kalimati untuk beristirahat sejenak sebelum anda melakukan perjalanan pulang.

Baca juga  Rincian Biaya Ngetrip ke gunung Semeru dari Jakarta

Itulah yang harus anda perhatikan jika ingin mendaki gunung semeru. Jangan sampai hal-hal kecil malah menjadi malapetaka anda saat mendaki gunung semeru. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi anda yang ingin mendaki gunung Semeru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *