Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasi Bulu Kucing yang Rontok Versi 7saudara.com

Penyebab dan Cara Mengatasinya Bulu Kucing yang Rontok

Bulu kucing memang identik dengan rontok, kucing dalam keadaan normal pasti akan mengalami rontok pada bulunya. Apalagi kucing memiliki bulu yang panjang pasti rontoknya lebih banyak dari pada kucing yang memiliki bulu sedikit. Kerontokan pada bulu kucing, dapat kita ketahui apakah rontoknya masih tahap normal atau sudah abnormal.

Jika kita melihat bulu pada kucing sudah tidak segar lagi (banyak yang rontok), ada kemungkinan kucing mengalami gangguan kesehatan pada dirinya.

Nah berikut ini ada beberapa Penyebab dan Cara Mengatasinya Bulu Kucing yang Rontok :

1. Rontok Dalam Keadaan Normal

Perlu kita ketahui bahwa bulu kucing akan mengalami rontok yang sangat banyak satu kali dalam setahun yang diikuti pertumbuhan bulu baru. Keadaan seperti ini normal yang dialami kucing. Anda tidak perlu kawatir jika kucing peliharaan anda mengalami kondisi seperti ini.

Disamping itu, perbedaan kelamin pada kucing juga mempengaruhi rontoknya bulu kucing. Seperti kucing betina saat mengalami birahi bulunya akan mengalami rontok sendiri, karena saat kucing lagi birahi, bulu kucing di pengaruhi oleh hormon estrogennya yang lagi memuncak.

2. Suhu tubuh kucing

Bulu kucing berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh kucing dari suhu yang ada di sekitarnya. Saat suhu dingin, bulu-bulu kucing akan tumbuh lebat dengan sendirinya. Kebalikan jika suhu panas, maka bulu kucing akan rontok dengan sendiri. Hal ini disebabkan oleh respon tubuh kucing sebagai termoregulasi untuk menjaga suhu pada tubuh kucing

3. Kucing Mengalami Kekurangan Gizi

Salah satu penyebab banyaknya bulu kucing yang rontok adalah kucing mengalami kekurangan gizi, terlebih kucing mengalami kekurangan protein, vitamin A dan vitamin E. Protein berfungsi sebagai komponen utama pembentuk bulu-bulu pada kucing. Kandungan protein didalam makanan kucing harus sesuai takaran menurut usia kucing, anak kucing sehari membutuhkan protein minimal 30%, sedangkan kucing dewasa membutuhkan 25-30% protein dalam sehari.

Jika makanan yang anda berikan kekucing anda tidak sesuai dengan jumlah protein dan vitamin, bisa jadi kucing anda kekurangan protein dan vitamin. Sebaiknya anda memberikan makanan yang mempunyai kandungan protein yang tinggi, biasanya makanan kucing dengan harga yang murah memiliki kandungan proteinnya sedikit.

4. Kutu dan jamur

Kutu merupakan hewan parasit yang tinggal di bulu dan kulit. Kutu mendapatkan makanan dari nutrisi yang terdapat di kulit kucing. Kulit kucing yang kekurangan nutrisi akan mengalami kerusakan pada kulit sehingga menimbulkan kerontokan pada bulunya. Jika kucing anda mengalami seperti ini, sebaiknya mandikan kucing anda kemudian beri sampo yang dapat membasmi kutu.

Adanya jamur di kulit kucing juga dapat memicu kerontokan pada bulu kucing. Jamur biasanya berkembang biak pada suhu yang lembab. Jika hal ini terjadi pada kucing anda, berikan obat jamur pada kulit kucing anda. Obat jamur dapat di beli di toko-toko obat  yang ada didekat rumah anda.

5. Gangguan sistem hormon

Gangguan pada sistem hormon yang terdapat pada kucing dapat memperburuk bulu dan kulit kucing. Misalnya kucing mengalami gangguan pada hormon adrenal yang menyebabkan kebotakan simetris pada kedua sisi tubuh kucing. Untuk menjaga gangguan sistem hormon pada kucing, sebaiknya ajak kucing anda ke dokter hewan secara rutin, selain untuk berobat kita juga dapat mengetahui kondisi kesehatan pada kucing kita.

Baca juga

Cara Efektif Membuat Kucing Menjadi Gemuk dan Sehat Secara Alami

Makanan Anak Kucing Persia Yang Baru Lahir Yang Baik Untuk Pertumbuhannya

Itulah informasi yang bisa kami samapaikan mengenai Penyebab dan Cara Mengatasinya Bulu Kucing yang Rontok. Semoga informasi ini bisa bermnafaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *